Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan memiliki visi untuk menjadi departemen yang terkemuka yang bertaraf internasional serta menjadi penentu kecenderungan perkembangan ilmu dan Ilmu dan Teknologi Pangan. Departemen ini memiliki tiga misi utama sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Program pendidikan tinggi Teknologi Pangan di IPB secara resmi dimulai sejak berdirinya Fakultas Teknologi dan Mekanisasi Pertanian (FATEMETA) pada tahun 1964. Cikal bakal bidang Teknologi Pangan sudah ada di dua fakultas pembentuk IPB yaitu Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan dalam mata ajaran Pengolahan Hasil Hewan, dan Fakultas Pertanian dan Kehutanan dalam mata ajaran Pengolahan Hasil Tanaman. (http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=36&Itemid=59)

Wujud kepedulian mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan terhadap permasalahan bidang pangan dan gizi adalah membentuk wadah organisasi Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan (HIMITEPA). HIMITEPA didirikan tepat pada tanggal 16 Oktober 1981. Himitepa sendiri merupakan berbentuk lembaga profesi kemahasiswaan yang berada di tingkat departemen dalam hal ini departemen Ilmu dan Teknologi Pangan. Himitepa bersifat keilmuan, keprofesian, kemahasiswaan, kekeluargaan dan kemasyarakatan. Himitepa sebagai wadah bagi semua mahasiswa ITP IPB merupakan tempat yang tepat untuk belajar bekerja sama dan memegang tanggung jawab dan komitmen. (http://himitepa.org/index.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=57)

Masuk ke departemen ITP merupakan hal yang tidak saya duga sebelumnya. Dari sekian banyak jurusan-jurusan terbaik yang ada di universitas-universitas terbaik di negeri ini saya memilih ITP sebagai jalan menuju kesuksesan. Salah satu alasannya adalah karena saya ingin memiliki ilmu yang dapat diterapkan secara aplikatif, di mulai untuk diri sendiri, keluarga, kerabat, hingga masyarakat luas. Semakin kita banyak tahu tentang suatu ilmu, maka semakin banyak kita tahu bahwa banyak hal yang tidak kita ketahui dalam ilmu tersebut. Ilmu mengenai pangan sangat luas cakupannya dan vital bagi kehidupan sehari-hari.

Pangan merupakan hak bagi setiap orang dan harus memiliki kualitas yang baik sejak dari ladang hingga siap di konsumsi untuk menciptakan masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani. Pangan merupakan kebutuhan primer setiap manusia. Jika pangan yang di konsumsi memiliki kualitas terbaik, maka Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang terbaik pula. Kasus gizi buruk yang ada di beberapa daerah harusnya dapat dicegah jika masyarakat memiliki cukup pengetahuan tentang pangan yang bergizi baik yang dapat memenuhi kebutuhan gizi minimum per hari. Ketahanan pangan juga merupakan hal yang tidak boleh dianggap remeh karena ketahanan suatu negara bergantung pada ketersediaan pangan di negara tersebut. Suatu negara dapat menguasai negara lain secara tidak langsung jika negara tersebut memegang peranan penting dalam hal ketersediaan pangan di negara lain. Jika kita sudah menyadari seberapa penting peran pangan dalam kehidupan sehari-hari, sudah semestinya kita sebagai generasi muda ikut berperan aktif dalam menjaga dan meningkatkan mutu pangan nasional, salah satunya dengan belajar dan kemudian berinovasi untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang berdaya saing global.

Isu mengenai keamanan pangan merupakan hal penting yang harus selalu diperhatikan perkembangannya dan di departemen ITP dipelajari teknik keamanan pangan. Teknik Keamanan Pangan adalah cabang ilmu teknik yang mengkhususkan pada aplikasi prinsip ilmu teknik untuk mennyelesaikan masalah keamanan mikrobial dan kimia pada produk pangan, sedangkan keamanan pangan itu sendiri adalah disiplin ilmu yang melakukan penanganan, penyajian, dan penyimpanan bahan pangan dengan cara sedemikian rupa agar terhindar dari penyakit yang bersumber dari bahan pangan (foodborne illness). Prinsip ini dapat diaplikasikan dalam perkembangan intervensi teknologi untuk dekontaminasi dan pengawetan pangan. Ilmu teknik yang terintegrasi dengan konsep mikrobiologi dan kimia memegang potensi yang cukup besar dalam pengembangan solusi non konvensional terhadap masalah keamanan pangan yang membahayakan. Pelanggaran terhadap keamanan pangan dapat terjadi ketika pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi bahan pangan, baik itu berupa prosesnya maupun alat yang digunakan. Teknik keamanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisah dari teknik pengolahan pangan dan hasil pertanian, ilmu pangan, dan teknologi pangan karena semuanya bertanggung jawab dalam hal pemrosesan bahan pangan sejak dipanen hingga siap dipasarkan (http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_keamanan_pangan).

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih jurusan ini, selain karena saya sangat tertarik untuk mengenal lebih jauh tentang pangan, yaitu karena departemen ITP merupakan salah satu departemen terbaik. Kenapa terbaik?

Dosen maupun mahasiswanya sering membuat karya tulis dan jurnal-jurnal dalam skala nasional maupun internasional, sehingga mendukung IPB yang sedang menuju World Class University. Banyak penghargaan yang sudah diraih pada kejuaraan tingkat nasional maupun internasional dan ITP adalah salah satu departemen yang paling sering memenangkan lomba. Mahasiswa ITP terkenal rajin dalam mengikuti berbagai macam perlombaan dan selalu membawa nama IPB dalam setiap perlombaan yang diikuti, sehingga akan mengangkat nama IPB di mata masyarakat nasional maupun internasional. Misalnya pada artikel “Teliti Mi Instan Jagung, Mahasiswa IPB Juara Tiga Dunia!” (http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=129&Itemid=94).

Departemen ITP IPB merupakan jurusan teknologi pangan pertama yang diakui secara internasional oleh IFT ( Institute of Food Technologists ) di luar wilayah Amerika. Hal ini berarti bahwa ITP IPB memiliki standar kompetensi yang sama dengan jurusan teknologi pangan di universitas lain yang terdaftar dalam IFT. Keuntungan yang diperoleh dari pengakuan IFT ini, selain lulusan sarjana ITP IPB yang diakui secara internasional, adalah semua mahasiswa ITP memiliki hak untuk mendapat beasiswa yang diadakan oleh IFT dengan bersaing dengan mahasiswa teknologi pangan lain dari seluruh belahan dunia. Hal ini penting mengingat persaingan untuk menjadi yang terbaik bukan hanya dalam skala nasional, namun sudah mencapai tahap internasional. Tunjukkan bahwa kita bisa menjadi yang terbaik dengan memperlihatkan keunggulan-keunggulan yang kita miliki, bukan dengan menghilangkan yang lainnya. (http://www.ift.org/knowledge-center/learn-about-food-science/become-a-food-scientist/approved-undergrad-programs.aspx).

Terima kasih yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca blog ini. Semoga bermanfaat dan memberi dampak positif baik langsung maupun tidak langsung.

Referensi :

http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=36&Itemid=59

http://himitepa.org/index.php?option=com_content&task=view&id=42&Itemid=57

http://id.wikipedia.org/wiki/Teknik_keamanan_pangan

http://itp.fateta.ipb.ac.id/id/index.php?option=com_content&task=view&id=129&Itemid=94

http://www.ift.org/knowledge-center/learn-about-food-science/become-a-food-scientist/approved-undergrad-programs.aspx

Diakses pada 14 Desember 2010

Ditulis oleh :

Raden Dani Briantoto

Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan

Institut Pertanian Bogor

2010

Nama saya Raden Dani Briantoto, salah satu mahasiswa Ilmu dan Teknologi Pangan di Institut Pertanian Bogor. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara yang lahir di Jakarta pada tanggal 12 Mei 1992. Saat ini berdomisili di Tangerang dan sedang merantau di Bogor untuk menimba ilmu dan belajar hidup mandiri serta mempersiapkan masa depan dengan sebaik mungkin. Secara sifat saya cenderung lebih banyak diam, namun tidak menutup diri bagi setiap orang yang ingin mengenal lebih jauh mengenai diri saya. Secara fisik saya mahasiswa yang biasa dengan pemikiran yang tidak biasa dan mencoba berbeda dari yang sudah ada. Untuk mencegah banyaknya informasi yang keluar dan dapat dimanfaatkan tanpa izin oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, bagi siapa pun yang ingin mengenal saya lebih jauh dapat menghubungi saya melalui Facebook atas nama saya atau follow twitter @rdanib. Terima kasih.